Penyebab Kehamilan Normal Dan Kehamilan Kondisi Khusus

Jika masyarakat umum ditanya apa penyebab kehamilan , hampir semua orang pasti menjawab karena sperma laki-laki membuahi sel telur perempuan . Secara garis besar memang penyebab hamil memang seperti itu . Kehamilan tidak akan terjadi jika sperma tidak bertemu dengan sel telur . Karena kehamilan adalah proses alamiah yang bisa terjadi pada siapa saja termasuk anda , alangkah baiknya jika anda mempelajari penyebab kehamilan secara mendetail .

penyebab kehamilan

Penyebab Kehamilan Normal

Yang dimaksud kehamilan normal adalah kehamilan satu bayi yang berlangsung dalam rahim dan tanpa ada suatu gangguan suatu penyakit apapun . Kehamilan bisa terjadi karena sel telur di buahi oleh sel sperma . Sperma terbentuk oleh testikel . Bersama cairan lain sperma membentuk semen ( air mani ) yang di keluarkan penis saat enjakulasi . Sedangkan sel telur dibentuk di ovarium . Kira-kira dua minggu setelah menstruasi , sel telur menjadi masak dalam ovari . Sel telur ini perlahan menuju saluran tuba falopii . Jika pada masa ini pasangan suami istri melakukan hubungan intim , sel sperma akan masuk kedalam rahim menuju tuba falopii . Jika sel telur masak disana terjadilah pembuahan atau disebut fertilisasi . Sperma bisa bertahan dalam rahim dan saluran tuba falopii selama 6 hari . Jadi pembuahan bisa terjadi 6 hari setelah melakukan hubungan intim .

Persatuan antara sperma dan sel telur ini akan membentuk bola yang di sebut blastocyst . Blastocyst akan berjalan menuju rahim 3-4 hari setelah pembuahan . Blastocyst akan mengambang sebentar di rahim selama 2-3 hari baru kemudian tertanam di dinding rahim . Setelah tertanam , blastocyst akan berubah menjadi embrio dan dinding rahim kemudian membentuk placenta untuk melingkupi embrio . Ketika sel hasil pembuahan sudah tertanam dalam dinding rahim , tubuh akan memproduksi hormon kehamilan untuk mencegah embrio meluruh . Itu sebabnya orang yang hamil tidak akan mengalami pendarahan menstruasi . Kehamilan yang terjadi dalam rahim ini disebut dengan kehamilan intra-uterine . Banyak orang yang menyangka bahwa dengan mengeluarkan penis dari vagina saat enjakulasi tidak akan berlanjut ke proses kehamilan karena sperma tidak tumpah dalam rahim . Persepsi ini keliru . saat penis ereksi , penis mengeluarkan cairan bening yang disebut cairan pre enjakulasi yang tetap mengandung sperma . Jadi meskipun cairan semen dikeluarkan di luar vagina , tetap saja ada sperma yang sudah berenang dalam rahim . Kecuali jika sedari awal berhubungan intim mengunakan kondom sehingga sperma tidak bisa keluar ke rahim .

Kehamilan Kondisi Khusus

Kehamilan kondisi khusus adalah kehamilan dengan kondisi berbeda dari normal misalnya bayi yang di kandung lebih dari satu , sel pembuahan tidak menempel dalam rahim tapi diluar rahim bahkan bisa berkembang disana , atau kehamilan dengan kondisi penyakit tertentu . Apa saja penyebab kehamilan kondisi khusus ini ? Berikut penjelasannya :

  • Kehamilan Kembar : Ada dua cara kenapa kehamilan kembar bisa terjadi . Pertama adalah kehamilan kembar identik yang terjadi ketika sel telur yang sudah di buahi sperma membelah menjadi dua embrio . Karena terbentuk dari satu sperma dan sel telur , kembar identik sering kali mengalami wajah yang benar-benar serupa serta memiliki kesamaan DNA . Yang kedua adalah kehamilan kembar non identik atau disebut kembar fraternal . Kehamilan ini terjadi ketika tubuh perempuan menghasilkan sel telur sehingga ada dua sperma yang membuahi masing-masing telur . Kembar non identik tidak memiliki wajah yang serupa dan tidak memiliki kesamaan DNA .
  • Kehamilan Ektopik : Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi ketika sel pembuahan tertanam di tempat selain rahim . Umumnya hamil ektopik terjadi di saluran tuba falopii . Kehamilan ektopik bisa menyebabkan kerusakan pada saluran tuba falopii bahkan kematian jika tidak segera di tangani . Kehamilan ektopik sering di sebut juga ektra-uterine atau kehamilan tuba jika terjadi di tuba falopii .
  • Kehamilan Beresiko Tinggi : Kehamilan beresiko tinggi terjadi pada wanita yang memiliki riwayat penyakit kronis sebelum hamil seperti riwayat penyakit deabetes atau hipertensi . Wanita yang hamil pada usia di bawah 20 tahun atau diatas usia 35 tahun juga masuk kedalam kelompok kehamilan beresiko tinggi . Begitu juga wanita yang hamil dengan bantuan teknologi reproduksi seperti program bayi tabung .
  • Kehamilan Incompetence Cervix : Kondisi ini bisa terjadi ketika cervix ( rahim ) mulai terbuka atau dindingnya menipis atau tanpa adanya kontraksi dan sebelum HPL . Incompetence cervix bisa menyebabkan keguguran meskipun tidak mengkonsumsi obat penggugur kandungan atau persalinan premature .
  • Persalinan Premature : Terjadi ketika rahim berkontraksi sebelum bayi tumbuh sempurna dalam kandungan .
  • Kehamilan Dengan Pre-Eclampsia / Eclampsia : Penyebab kehamilan pre-eclampsia adalah gangguan pada sistem peredaran darah sehingga menyebabkan tekanan darah ibu melebihi batas normal selama masa kehamilan . Pre-eclampsia bisa berpengarung terhadap organ-organ seperti menimbulkan kerusakan ginjal , menyebabkan refleks saraf hiperaktif , tubuh ibu membengkak , dan adanya abnormalitas pada sel darah ibu . Pre-eclampsia harus segera di tangani atau akan berkembang menjadi eclampsia , kondisi serius yang bisa menyebabkan kejang-kejang , koma atau kematiaan pada saat melahirkan .
Updated: December 9, 2017 — 6:53 pm
Cara Menggugurkan Kandungan © 2017 cara menggugurkan kandungan